Belaian Tangan Seorang Ayah

Lembut membelai tanganku

 BelaianAyah

Masih tersimpan dalam ingatanku masa-masa kecilku yang indah dan bahagia. Betapa cinta dan sayangnya kedua orang tuaku kepadaku. Mereka menjaga, merawat, memelihara dan membesarkan aku dengan sangat berhati-hati dan penuh rasa cinta serta kasih sayang. Semuanya itu hanya bisa aku dapatkan dari keluargaku saja, terutama dari kedua orang tuaku.

Lihat fotoku itu, aku sangat tersentuh dan terharu. Betapa orang tuaku sangat menjaga dan merawat aku. Ketika malam tiba dan aku tertidur pulas, orang tuaku masih terjaga, mereka bergiliran menjagaku. Ketika aku tertidur, Ayahku membelai tanganku dan menatap wajahku sambil membisikan sejuta harpan. Belaiannya membuatku semakin pulas dalam tidur dan menghantarkanku ke dalam mimpi indah.

Sering kali orang tuaku menghabiskan waktu mereka di atas tempat tidur sambil mengajakku bermain. Mereka mengajakku bicara, mengajakku bermain padahal mereka tahu aku belum mengerti apa maksud mereka. Mereka sangat senang ketika aku tertawa, ketika aku mulai bisa mengucap meskipun hanya sesekali. Ternyata betapa senang dan bahagianya masa kecilku, kenangan indah yang selalu kuingat dan bisa kuceritakan kelak pada anak cucuku, saudara, teman dan siapa saja yang mau mendengarkan kisah masa laluku.

Ketika kuingat kembali masa-masa indah itu, terpikir kembali olehku, apa yang bisa kulakukan untuk bisa membuat orang tuaku bahagia, senang dan tersenyum bangga kepadaku. Balasan apa yang bisa kuperbuat untuk mereka? Aku ingin di hari tua kedua orang tuaku bisa hidup bahagia bersama cucu-cucu mereka. aku ingin mereka bisa menimang dan membelai cucu mereka seperti mereka menimang, membelai, mereawat dan menjagaku ketika aku masih kecil.

Orang Tuaku

Inilah kedua orang tuaku

OrangTuaku 

Aku sangat bersyukur memiliki orang tua yang sangat perhatian kepadaku dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku. Ketika aku masih kecil sering kali aku marah pada mereka karena mereka ga menuruti keinginanku. Maklumlah saat itu aku masih kecil dan belum bisa mempunyai pikiran seperti orang dewasa. Sering aku memaksakan keinginanku pada mereka dan aku bersikap semauku sendiri. Dan apa balasan mereka? Tak pernah sekalipun mereka benci, dendam atau marah yang berlebihan padaku. Sedangkan perasaanku saat itu??? Aku sangat marah, benci dan dendam pada mereka.

Seiring dengan bertambahnya usiaku, aku bisa memahami hidup dan posisiku sebagai seorang anak yang sangat merepotkan mereka. Aku sadar berapa banyak tenaga, waktu, uang yang telah mereka berikan padaku. Dan apa balasanku sampai saat ini? Pernahkah aku membuat mereka senang, bangga, bahagia? Ternyata sangat susah dan butuh perjuangan yang tidak mudah. Meskipun demikian dengan aku hidup benar, menurut pada mereka kedua orang tuaku sudah sangat senang.

Kini aku sudah bisa berpikir dewasa, sudah saatnya membuat mereka bahagia. Ingin sekali aku bisa berbuat sesuatu yang bisa membuat mereka tersenyum bahagia dan bahkan jika bisa aku ingin melihat mereka menitikkan air mata bahagia karena bangga terhadap aku, anak mereka yang sangat mereka sayangi dan cintai.

Inilah awal dari perjuangan hidupku, aku baru memulai untuk berusaha keras menggapai cita-cita dan tujuan hidupku. Saat aku menyadari semuanya itu aku berubah, aku jadi memiliki tujuan yang pasti, yaitu aku harus bisa meraih keberhasilan, menggapai cita-citaku dan membuat kedua orang tuaku bangga memiliki anak seperti aku. Kututup kehidupanku yang lalu, yang selalu menyianyiakan waktu dan kesempatan dan hidup tanpa tujuan yang jelas. Kini aku hidup baru, memulai lembaran baru…..

Terus semangat dan berusaha, tidak lupa berdoa karena TUHAN tidak pernah tidur….