Resize of IMG_6147

Selamat datang di Taman Sari Yogyakarta

Informasi tentang Taman Sari Yogyakarta bisa kita dapat lebih lengkap di internet. Dari berbagai sumber yang terpercaya kita bisa mendapatkan informasi sejarah Taman Sari Yogyakarta. Kalau saya menceritakan justru mungkin tidak lengkap atau malahan ada kesalahan informasi, karena saya bukan ahli sejarah atau orang yang khusus mempelajari tentang Taman Sari Yogyakarta. Tetapi di sini saya akan bercerita tentang kunjungan saya ke Taman Sari Yogyakarta bersama dengan teman-teman saya saat saya masih kuliah di kota Gudeg Yogyakarta 🙂

TamanSariPemandianRaja  Begitu di pintu masuk ada beberapa mas-mas yang menyambut kami, dengan ramah senyum yang hangat dan bersahabat 🙂 Salah satunya menanyakan kami berasal dari mana, apakah ini kunjungan pertama atau sudah lebih dari satu kali. Memang saat itu adalah kunjungan pertama kami. Dia menceritakan bagaimana sejarah Taman Sari Yogyakarta dari awal. Mulai dari gerbang masuk, apa artinya dan apa yang dulu terjadi, difungsikan untuk apa bangunan-bangunan tersebut. Saat itu kami mengangguk – angguk saja mendengarkan cerita dari mas – mas pemandu wisata itu. Memang saat itu kami tidak mengetahui sama sekali tentang sejarah dari Taman Sari Yogyakarta ini. Masuk gerbang pertama kami langsung berfoto ria…. Inilah Taman Sari Yogyakarta, Selamat datang di Taman Sari Yogyakarta 🙂

Ada kolam yang menurut cerita adalah tempat mandi istri raja / permaisuri beserta para selirnya. Kami juga sempatkan berfoto di kolam itu. KTamanSariAtasGerbangomplek ini dikelilingi tembok yang tinggi, ada 2 gerbang untuk bisa memasuki komplek pemandian ini (dari sisi sebalah Timur dan Barat). Di tengah kolam tersebut ada seperti air mancur yang berbentuk jamur, di bagian tepi kolam juga ada pot-pot bunga berukuran besar. Peraturannya hanya perempuan dan raja saja yang boleh masuk ke area ini, karena para perempuan akan mandi dengan telanjang. Ada menara tempat sang raja melihat para putri / selir mandi. Biasanya raja akan memilih salah satu dari mereka untuk diajak mandi khusus di kolam khusus yang kemudian akan diajak bercinta 🙂

TamanSariPuncak2Terdapat danau buatan di lingkungan komplek Taman Sari ini, juga terdapat dermaga buatan. Dulunya untuk mencapai di area tertentu dari taman ini harus menaiki perahu terlebih dahulu. Ada juga bangunan – bangunan di bawah tanah, pemandu itu menyebut bangunan di bawah air, karena memang ada lorong yang melewati bawah danau buatan itu. Taman Sari Yogyakarta dibangun pada 1758 jadi wajar  saja pada saat ini sudah banyak bangunan yang mulai rusak dimakan jaman, suhu dan cuaca 🙂

TamanSariPuncak Bangunan ini bertingkat cukup tinggi, meski juga ada bangunan yang turun ke bawah (di bawah tanah). Pada puncak bangunan ini kita bisa melihat area sekeliling Taman Sari. Mungkin beberapa orang akan menyebutkan bahwa dari puncak bangunan ini kita bisa melihat sebagian kota Yogyakarta. Memang pemandangan indah luar biasa yang dapat kita saksikan dari puncak tertinggi bangunan ini. Bagi para penggemar fotografi pasti akan mendapatkan banyak tempat menarik untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka di bidang fotografi dan mampu menghasilkan mahakarya yang sungguh luar biasa indahnya….

Tidak ada bosannya untuk kembali mengunjungi tempat ini, siapkan fisik Anda sebelum berkunjung ke tempat ini karena harus berjalan kaki naik dan turun yang cukup melelahkan. Tetapi tidak perlu khawatir karena di dalamnya saat ini terdapat perumahan penduduk, banyak penjual makanan dan minuman, kita juga bisa beristirahat sejenak untuk melepas lelah.

Pesan saya yang terakhir adalah, pastikan dulu tarif dari pemandu wisata yang akan menemani Anda. Jangan sampai kecolongan dengan orang-orang yang dengan tiba-tiba menemani Anda untuk berkeliling Taman Sari dan meminta bayaran yang besar  di akhir perjalanan. Tetapi jika Anda baru pertama kali datang ke tempat ini saya sangat menyarankan agar menggunakan pemandu wisata, agar Anda tidak tersesat dan benar-benar bisa mengelilingi area ini serta mengetahui cerita dan nilai sejarah dari Taman Sari Yogyakarta…..

Februari 2013,

Yossytama Kurniawan